Melepaskan dan mengampuni dia

Melepaskan dan mengampuni dia

05/15/2018 0 By BIC

Pernahkah kamu sangat dekat dengan seseorang atau hingga menapaki masa berpacaran?Pernahkah sedemikia ndalam kamu mengasihi atau mencintai pasanganmu, namun ternyata pada akhirnya hubungan kedekatan kamu dengan dia tidak dapat berlanjut dan “putus” karena alasan tertentu?

Menjalin hubungan dekat dengan lawan jenis dan mulai mengasihi atau mencintai orang tersebut dengan sangat dalam tetapi karena sesuatu hal tidak bisa lagi melanjutkan kedekatan dengannya akan membuat hati kita terluka. Kita menjadi diliputi perasaan sedih dan kecewa, yang terus berkecamuk dari waktu ke waktu seolah tiada akhir. Pertanyaan-pertanyaan pun bermunculan dalam hati dan pada akhirnya semua berujung pada kalimat,“Mengapa semua ini terjadi kepada diri saya?”Jika kamu pernah atau sedang mengalami kondisi tersebut,berikut ada beberapa hal yang perlu kamu lakukan supaya bisa kembali bangkit:

 

1. Melepaskan perasaanmu

Ketika mengalami putus cinta atau dikecewakan oleh seseorang yang sebelumnya sangat dekat denganmu, kamu perlu mengambil keputusan untuk melepaskan setiap kekecewaan, kesedihan, dan bahkan melepaskan pengampunan kepada dirinya (yang telah menyakiti hatimu). Tuhan Yesus sendiri dengan jelas berkata di dalam Matius 18:21-22, “Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.”

Mungkin mengambil tindakan melepaskan perasaan – perasaan tersebut terasa berat ketika kamu sedang mengalaminya, namun percayalah bahwa ketika kamu memintaTuhan untukmemampukan kamu melepaskan perasaan sakit, kecewa, marah yang bercampur-aduk dalam pikiran dan jiwamu itu, Tuhan mampu memberikan kekuatan untuk melegakan beban yang ada di dalam dirimu,bahkan memampukan kamu untuk mengampuni dan melupakan kesalahan orang yangtelah menyakiti kamu. Selanjutnya, tetaplah mengucap syukur atas apa yang terjadi di dalam hidupmu, karena dengan mengucap syukur kepada Tuhan, kamu akan senantiasa mendapatkan kekuatan baru dan menyadari bahwa semua yang dari Tuhan adalah baik.

 

2. Berfokus kepada Tuhan

Adakalanya, ketika kamu sudah tidak lagi berhubungan dengan seseorang yang pernah kamu cintai atau mantan pacarmu,kamu merasa Tuhan tidak adil dalam hidupmu dan terus bertanya mengapa semua ini harus terjadi pada dirimu. Ini adalah wajar, karena dalam masa seperti ini, kecenderungan jiwa manusia adalah berfokus kepada apa yang kita rasakan sendiri. Karenanya, selalu muncul perasaan mengasihi diri sendiri dalam keseharian kita, dan seolah-olah semua yang lain bersalah sehingga diri sendirimenjadi korban.Bahkan yang lebih berbahaya lagi, kadang kita menganggap Tuhanlah yang bersalah.

Tuhan tidak pernah salah, Dia selalu merancangkan yang baik, bahkan terbaik, dalam hidup orang percaya.Tuhan pun ingin kita senantiasa berfokus kepadaNya, supaya rencana dan panggilanNya dapat digenapi dalam hidup kita. Mungkin saja sewaktu kamu berhubungan dengan orang yang kamu cintai tersebut, kamu lebih berfokus kepada dia dan bukan kepada Tuhan. Padahal, Tuhan menghendaki kamu melepaskan segala sesuatu untuk mengikutiNya, seperti tertulis di dalam Matius 16:24, “Lalu Yesus berkata kepada murid-muridNya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.”

Tuhan tidak akan bekerja maksimal di dalam diri kita jika kita belum mau melepaskan segala sesuatu yang mengaburkan fokus kita kepada Dia. Karena itu,izinkan Tuhan terlibat penuh dalam proses hidupmu supaya kamu lebih maksimal dipakai Tuhan, seperti tertulis di Yohanes12:24, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”

 

3. Jangan terburu-buru mencari pengganti

Setelah putus dengan kekasih dan kondisi hatimu masih terluka, jangan langsung terburu-buru mencari pengganti dengan tujuan untuk menghilangkan rasa sakit hati atau melupakan pasangan sebelumnya. Ini adalah kesalahan yang membuat banyak orang semakin terluka dan tidak bisa sembuh, walau kelihatannya manjur sebagai jawaban untuk move on. Sebenarnya,siapapun orang yang menjadi pengganti itu, dia tidak bisa menyembuhkan luka hatimu. Hanya Tuhanlah yang dapat menyembuhkan luka hatimu, sebab Dialah yang menciptakan hatimu dan paling mengerti hatimu. Lagipula, mungkin Tuhan juga sedang berproses dengan pasanganmu, sehingga bisa saja rencana Tuhan akan mempersatukan kalian berdua kembali, tetapi tentunya dengan cara dan waktuTuhan serta sesuai kehendakNya. Di sisi lain,bisa juga dibalik semua yang kamu alami, sebenarnya Tuhan sudah mempersiapkan orang lain yang lebih baik dan lebih tepat untuk menjadi pasanganmu.

 

Nah, dengan tiga kiat ini, ikuti proses Tuhan bekerja menyembuhkan hatimu, dan jangan terburu-buru mengikuti keingingan atau caramu sendiri.Tetaplah berfokus kepada Tuhan serta melakukan hal-hal yang berkenan sesuai Firman Tuhan. Ingat, duniamu tidak akan runtuh jika kamu belum atau tidak memiliki pasangan, karena duniamu akan tetap indah dengan rancangan yang terbaik dari Tuhan untuk hidupmu. Lepaskan dan ampuni dia yang pernah berpadu hati denganmu, dan rangkullah hati Tuhan bagimu. Ayo move on, karena “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah,”(Rm. 8:28)dan “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” (Ams. 23:18).